Sabtu, 15 Desember 2018


IndonesiaKu Jaya

IndonesiaKu……..
Ketika aku bangun engkau menyambutku
Bagai mentari menyambut paginya
Ketika aku tertidur engkau menjagaku
Bagai rembulan yang setia kepada malamnya

IndonesiaKu…
Jiwaku dan tubuhku terpaku oleh kesetianmu
Mataku tak perna berhenti terpaku akan kegagahanmu
Telingaku tak perna berhenti bergeming mendengar namamu
Ohhhh… IndonesiaKu
Aku akan selalu disini
Tuk menantikan kejayaanmu…..

Jumat, 14 Desember 2018


MARTIN E. P. SELIGMAN          
Martin Seligman lahir pada tanggal 12 Agustus 1942 di Albany New York Amerika Serikat. Ia  memperoleh B.A. nya di Princeton University pada tahun 1964 dan melakukan pascasarjananya di bidang psikologi eksperimental di Universitas Pennsylvania, ia menerima gelar doktor pada tahun 1967. Ia memulai karir akademisnya tahun itu sebagai asisten profesor di Universitas Cornell dari Pennsylvania, di mana dia sekarang menjadi seorang profesor psikologi.
Seligman telah diberikan beberapa beasiswa kunjungan. pada tahun 1975 dia mengunjungi seorang rekannya di rumah sakit Maudsley, Universitas London. Pada tahun 1978-1979 ia berada di kediaman  Pusat studi lanjutan dalam ilmu perilaku, dan kemudian ia menerima beasiswa di lembaga max-Planck di Berlin.
Seperti banyak teori kepribadian lain yang dibahas dalam buku, Seligman terlibat dalam praktik psikologi klinis di mana ia dapat menerapkan prinsip-prinsip teori dalam membantu orang dengan masalah kehidupan nyata. menggambar pada pekerjaan klinis dan pengalaman mengajar. Seligman baru-baru ini berkolaborasi dalam sebuah buku teks dalam psikologi abnormal,
Explanatory Style: Optimism and Pessimis
            Seperti yang kita ketahui, Seligmen kemudian memperluas teorinya untuk mencakup faktor optimisme terhadap pesimisme. Ia berpendapat bahwa tidak hanya kurangnya kontrol dalam kondisi helplessness yang dipelajari yang mempengaruhi kesehatan kota, juga penting bagaimana kita menjelaskan kurangnya komtrol untuk diri kita sendiri. ia mengusulkan expalnatory style untuk memperhitungkan faktor ini. Optimistic explanatory style mencegah helpless, pessimistic explanatory style menyebarkan helplessness pada semua aspek kehidupan
              Menurut Seligmen, orang dengan optimistic explanatory style cenderung lebih sehat daripada orang dengan pessimistic explanatory style. pesimis cenderung percaya bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi kecil. Untuk alasan ini, mereka tidak akan mencegah penyakit dengan mengubah perilaku mereka sehubungan dengan merokok, diet, dan olahraga, atau konsultasi medis tepat waktu. Sebuah studi dari 72 orang dewasa muda menemukan bahwa optimis tidak jatuh sakit, mereka jauh lebih mungkin untuk mengambil tanggung jawab untuk perawatan mereka, seperti istirahat, konsultasi dokter, atau minum cairan yang tepat.

Depression
               Program penelitian Seligmen mengungkapkan hubungan antara helplessness yang dipelajari dan depresi. Sebuah gejala utama depresi adalah perasaan tidak mampu mengontrol. Seligmen menyebutkan depresi sebagai "ultimate pessimism". Orang yang mengalami depresi berat maka mereka akan menjadi tidak berdaya. Mereka merasa tidak ada gunanya mencoba untuk melakukan apa-apa karena mereka tidak mengharapkan bahwa apa  pun akan bekerja dengan baik pada mereka. Seligmen mengamati beberapa kesamaan antara gejala depresi dan karakteristik helplessness.
           Kita semua mengalami perasaan sesekali berdaya ketika kita gagal dalam beberapa situasi atau ketika keluarga atau pekerjaan kita mendapat tekanan yang luar biasa. tidak pedeuli seberapa bahagia atau marah kita pada saat ini, bagaimanapun, kebanykan orang biasanya sembuh setelah jangka waktu tertentu. tapi beberapa orang tidak cepat atau mudah sembuh. Mereka mungkin menggeneralisasi kegagalan mereka dalam satu kegiatan (misalnya, mendapatkan nilai jelek atau gagal mendapatkan promosi) ke area lain dari kehidupan dan rasa pribadi mereka dari diri. Akibatnya, mereka bisa menjadi tak berdaya dan tertekan dalam segala situasi dan kehiligan dorongan untuk berusaha.
          Depresi berhubugan dengan gejala kesehatan yang buruk seperti maag, stress, dan defisiensi norepinerphrine. Depresi juga menempatkan orang pada risiko penyakit fisik dengan mengurangu efektivitas dari sistem kekebalan tubuh, menekan aktivitas sel NK dan mengubah jumlah sel darah putih, temuan dikolnfirmasi oelh lebih dari 40 studi selama 10 tahun.

Daftar Pustaka
Hall, C., Lindzey, G., Loehlin, J. C., & Manosevitz, M. (1985). Introduction to Theories of Personality. Canada: John wiley & Sons

Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2005). Theories of Personality. Thomson Wadsworth: United State of America





Dimana Letak Keadilan itu ?????

Pada Kamis, 13 November 2018 saya mengalami pengalaman yang sangat bisa membuat saya sangat terkejut dengan pemerintahan zaman sekarang. Pada pukul 12.45 tepat saya pergi ke rutan tanjung gusta  yang jarak rutan tanjung gusta dengan kosan saya sangat jauh, tetapi dengan mengandalkan maps saya dan teman saya dapat sampai dengan selamat di tujuannya. Setelah sampai tanjung gusta awalnya saya bingung mau memasukkan motor saya dimana setelah bertanya pada orang saya diarahkan, setelah itu saya masuk ke dalam, ternyata ada tukang parkir di tanjung gusta tersebut. Kemudian saya masuk kedalam ruangan dan saya sangat terkejut begitu banyak orang yang antri untuk menemui sanak saudara mereka yang dipenjara. 

Kemudian saya membaca petunjuk yang ditempel di dinding, yang mana pertama sekali yang saya lakukan adalah meminta nomor antrian yang akan diberikan oleh seorang berbaju putih. Saya dan teman saya mendapatkan urutan ke 50 setelah pas jam 01.30 nomor urutan mulai dipanggil tetapi sekali banyak 1-5 seperti itu. Setelah setengah jam ngantri nomor kami pun akan segera dipanggil, kami menitipkan tas, hv dan segala macamnya ke penitipan barang. Jadi kami hanya membawa KTP asli dan photocopy (kami diberitahu ibu disebelah kami untuk mempotocopy nya terlebih dahulu). Kemudian kami masuk disitu juga kami antri setelah dapat giliran kami, kami ditanya siapa yang dikunjungi  kemudian kami menjawab teman dan menyebutkan nama teman kami setelah itu dia meminta KTP serta mengetik lalu mempoto diri kami dan memberikan kertas kemudian kami disuruh ke pada abang yang satu lagi untuk meminta nomor antrian. Setelah petugas memberikannya kami disuruh keluar lagi dan menunggu diluar untuk dipanggil kembali nanti serta mereka beralasan bahwasanya para NAPI masih APEL dan belum bisa dijenguk. Setelah nunggu setengah jam lagi kami dipanggil dan disuruh masuk lagi. Kami masuk setelah itu tangan saya dan teman saya distempel dan bagi laki-laki diberikan seperti gelang, kemudian masuk lagi kedalam untuk diperiksa dikarenakan saya dan teman saya tidak membawa barang saya hanya masuk ke sebuah mesin kemudian masuk lagi lalu tangan saya di stempel lagi kali ini berbeda stempelnya tidak terlihat. Setelah itu kami masuk kedalam lagi dan disuruh duduk menunggu teman kami yang NAPI ini untuk dipanggil. 

Di dalam ruangan itu tanpa HV saya sangat menyayangkannya ada begitu banyak kejahatan di dalam yang mana para NAPI bebas menggunakan HV kemudian di depan kami tanpa rasa malu petugas menerima uang salaman dari NAPI. Kemudian merokok setelah itu ada yang tidak mengantri dan langsung masuk saja dikarenakan orang dalam. Saya dan teman saya duduk dan terdiam kemudian kami menayakan kepada seorang perempuan bagaimana dapat berjumpa dengan NAPI, dia menjawab dengan enteng bayar ke petugasnya dek agar cepat dipanggil. Kemudian petugas datang kepada kami untuk menawari ruangan yang mana notabenenya jika dalam ruangan maka akan bayar serta di dalam banyak orang dengan tidak tahu malunya berpegngan antara wanita dan pria seperti tidak ada tahu malu. Saya sangat bersyukur teman saya ada lagi yang menyusul jadi kami banyak oleh karena itu teman saya dipanggil dari kamar kemudian di datang dan kami memeluknya secara bergantian. Dia sangat banyak cerita bahwasannya bajunya tidak ada kemudian mereka satu sel 31 orang, setelah itu mereka hanya memiliki satu kamar mandi dan itu tidak tertutup kamar mandinya dan banyak terjadi beredar NARKOBA didalam. Aku terdiam dan sangat terkejut yang mana hal itu biasanya saya dengar hanya dari berita ini mendengar secara langsung serta merasakannya membuatku sedih akan negri ini. 

Setelah itu jam 4 semua selesai dalam artian jam jenguk berakhir, kami pun berdoa dan kemudian keluar setelah itulah saya baru tahu bahwasannya stempel yang tidak terlihat itu pas pulang disenter dan ternyata ada tulisannya seperti itu. Kamipun mengambil barang yang kami titipakan dan membayar parkir kemudian pulang sambil merenungkan apa yang terjadi saya alami dan ini merupakan yang tidak akan perna saya lupakan.