Jumat, 14 Desember 2018



Dimana Letak Keadilan itu ?????

Pada Kamis, 13 November 2018 saya mengalami pengalaman yang sangat bisa membuat saya sangat terkejut dengan pemerintahan zaman sekarang. Pada pukul 12.45 tepat saya pergi ke rutan tanjung gusta  yang jarak rutan tanjung gusta dengan kosan saya sangat jauh, tetapi dengan mengandalkan maps saya dan teman saya dapat sampai dengan selamat di tujuannya. Setelah sampai tanjung gusta awalnya saya bingung mau memasukkan motor saya dimana setelah bertanya pada orang saya diarahkan, setelah itu saya masuk ke dalam, ternyata ada tukang parkir di tanjung gusta tersebut. Kemudian saya masuk kedalam ruangan dan saya sangat terkejut begitu banyak orang yang antri untuk menemui sanak saudara mereka yang dipenjara. 

Kemudian saya membaca petunjuk yang ditempel di dinding, yang mana pertama sekali yang saya lakukan adalah meminta nomor antrian yang akan diberikan oleh seorang berbaju putih. Saya dan teman saya mendapatkan urutan ke 50 setelah pas jam 01.30 nomor urutan mulai dipanggil tetapi sekali banyak 1-5 seperti itu. Setelah setengah jam ngantri nomor kami pun akan segera dipanggil, kami menitipkan tas, hv dan segala macamnya ke penitipan barang. Jadi kami hanya membawa KTP asli dan photocopy (kami diberitahu ibu disebelah kami untuk mempotocopy nya terlebih dahulu). Kemudian kami masuk disitu juga kami antri setelah dapat giliran kami, kami ditanya siapa yang dikunjungi  kemudian kami menjawab teman dan menyebutkan nama teman kami setelah itu dia meminta KTP serta mengetik lalu mempoto diri kami dan memberikan kertas kemudian kami disuruh ke pada abang yang satu lagi untuk meminta nomor antrian. Setelah petugas memberikannya kami disuruh keluar lagi dan menunggu diluar untuk dipanggil kembali nanti serta mereka beralasan bahwasanya para NAPI masih APEL dan belum bisa dijenguk. Setelah nunggu setengah jam lagi kami dipanggil dan disuruh masuk lagi. Kami masuk setelah itu tangan saya dan teman saya distempel dan bagi laki-laki diberikan seperti gelang, kemudian masuk lagi kedalam untuk diperiksa dikarenakan saya dan teman saya tidak membawa barang saya hanya masuk ke sebuah mesin kemudian masuk lagi lalu tangan saya di stempel lagi kali ini berbeda stempelnya tidak terlihat. Setelah itu kami masuk kedalam lagi dan disuruh duduk menunggu teman kami yang NAPI ini untuk dipanggil. 

Di dalam ruangan itu tanpa HV saya sangat menyayangkannya ada begitu banyak kejahatan di dalam yang mana para NAPI bebas menggunakan HV kemudian di depan kami tanpa rasa malu petugas menerima uang salaman dari NAPI. Kemudian merokok setelah itu ada yang tidak mengantri dan langsung masuk saja dikarenakan orang dalam. Saya dan teman saya duduk dan terdiam kemudian kami menayakan kepada seorang perempuan bagaimana dapat berjumpa dengan NAPI, dia menjawab dengan enteng bayar ke petugasnya dek agar cepat dipanggil. Kemudian petugas datang kepada kami untuk menawari ruangan yang mana notabenenya jika dalam ruangan maka akan bayar serta di dalam banyak orang dengan tidak tahu malunya berpegngan antara wanita dan pria seperti tidak ada tahu malu. Saya sangat bersyukur teman saya ada lagi yang menyusul jadi kami banyak oleh karena itu teman saya dipanggil dari kamar kemudian di datang dan kami memeluknya secara bergantian. Dia sangat banyak cerita bahwasannya bajunya tidak ada kemudian mereka satu sel 31 orang, setelah itu mereka hanya memiliki satu kamar mandi dan itu tidak tertutup kamar mandinya dan banyak terjadi beredar NARKOBA didalam. Aku terdiam dan sangat terkejut yang mana hal itu biasanya saya dengar hanya dari berita ini mendengar secara langsung serta merasakannya membuatku sedih akan negri ini. 

Setelah itu jam 4 semua selesai dalam artian jam jenguk berakhir, kami pun berdoa dan kemudian keluar setelah itulah saya baru tahu bahwasannya stempel yang tidak terlihat itu pas pulang disenter dan ternyata ada tulisannya seperti itu. Kamipun mengambil barang yang kami titipakan dan membayar parkir kemudian pulang sambil merenungkan apa yang terjadi saya alami dan ini merupakan yang tidak akan perna saya lupakan.





12 komentar:

  1. Wahh, saya baru tau proses masuk rutan sperti itu

    BalasHapus
  2. Ternyata untuk menjenguk org di penjara seribet itu ya

    BalasHapus
  3. miris sekali.. butuh perubahan sistem ini 😥

    BalasHapus
  4. Turut prihatin, pengalaman yg luar biasa ...

    BalasHapus
  5. Terima kasih min atas ceritanya. Sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  6. Terima kasih untuk berbagi pengalaman. sangat membantu saya mengenai gambaran lapas

    BalasHapus
  7. Sunggu sangat memberikan pelajaran yang baik

    BalasHapus
  8. Makasih udh berbagi pengalamannya

    BalasHapus
  9. tetap semangat untuk temenmu anas! makasi juga uda bagi info mengenai rutan. jadi banyak hal yang bisa diketahui..

    BalasHapus