Dimana Letak Keadilan itu ?????
Pada
Kamis, 13 November 2018 saya mengalami pengalaman yang sangat bisa membuat saya
sangat terkejut dengan pemerintahan zaman sekarang. Pada pukul 12.45 tepat saya
pergi ke rutan tanjung gusta yang jarak
rutan tanjung gusta dengan kosan saya sangat jauh, tetapi dengan mengandalkan
maps saya dan teman saya dapat sampai dengan selamat di tujuannya. Setelah
sampai tanjung gusta awalnya saya bingung mau memasukkan motor saya dimana
setelah bertanya pada orang saya diarahkan, setelah itu saya masuk ke dalam,
ternyata ada tukang parkir di tanjung gusta tersebut. Kemudian saya masuk
kedalam ruangan dan saya sangat terkejut begitu banyak orang yang antri untuk
menemui sanak saudara mereka yang dipenjara.
Kemudian saya membaca petunjuk
yang ditempel di dinding, yang mana pertama sekali yang saya lakukan adalah
meminta nomor antrian yang akan diberikan oleh seorang berbaju putih. Saya dan
teman saya mendapatkan urutan ke 50 setelah pas jam 01.30 nomor urutan mulai
dipanggil tetapi sekali banyak 1-5 seperti itu. Setelah setengah jam ngantri
nomor kami pun akan segera dipanggil, kami menitipkan tas, hv dan segala
macamnya ke penitipan barang. Jadi kami hanya membawa KTP asli dan photocopy
(kami diberitahu ibu disebelah kami untuk mempotocopy nya terlebih dahulu).
Kemudian kami masuk disitu juga kami antri setelah dapat giliran kami, kami
ditanya siapa yang dikunjungi kemudian
kami menjawab teman dan menyebutkan nama teman kami setelah itu dia meminta KTP
serta mengetik lalu mempoto diri kami dan memberikan kertas kemudian kami
disuruh ke pada abang yang satu lagi untuk meminta nomor antrian. Setelah
petugas memberikannya kami disuruh keluar lagi dan menunggu diluar untuk
dipanggil kembali nanti serta mereka beralasan bahwasanya para NAPI masih APEL
dan belum bisa dijenguk. Setelah nunggu setengah jam lagi kami dipanggil dan
disuruh masuk lagi. Kami masuk setelah itu tangan saya dan teman saya distempel
dan bagi laki-laki diberikan seperti gelang, kemudian masuk lagi kedalam untuk
diperiksa dikarenakan saya dan teman saya tidak membawa barang saya hanya masuk
ke sebuah mesin kemudian masuk lagi lalu tangan saya di stempel lagi kali ini
berbeda stempelnya tidak terlihat. Setelah itu kami masuk kedalam lagi dan
disuruh duduk menunggu teman kami yang NAPI ini untuk dipanggil.
Di dalam
ruangan itu tanpa HV saya sangat menyayangkannya ada begitu banyak kejahatan di
dalam yang mana para NAPI bebas menggunakan HV kemudian di depan kami tanpa
rasa malu petugas menerima uang salaman dari NAPI. Kemudian merokok setelah itu
ada yang tidak mengantri dan langsung masuk saja dikarenakan orang dalam. Saya
dan teman saya duduk dan terdiam kemudian kami menayakan kepada seorang
perempuan bagaimana dapat berjumpa dengan NAPI, dia menjawab dengan enteng
bayar ke petugasnya dek agar cepat dipanggil. Kemudian petugas datang kepada
kami untuk menawari ruangan yang mana notabenenya jika dalam ruangan maka akan
bayar serta di dalam banyak orang dengan tidak tahu malunya berpegngan antara
wanita dan pria seperti tidak ada tahu malu. Saya sangat bersyukur teman saya
ada lagi yang menyusul jadi kami banyak oleh karena itu teman saya dipanggil
dari kamar kemudian di datang dan kami memeluknya secara bergantian. Dia sangat
banyak cerita bahwasannya bajunya tidak ada kemudian mereka satu sel 31 orang,
setelah itu mereka hanya memiliki satu kamar mandi dan itu tidak tertutup kamar
mandinya dan banyak terjadi beredar NARKOBA didalam. Aku terdiam dan sangat
terkejut yang mana hal itu biasanya saya dengar hanya dari berita ini mendengar
secara langsung serta merasakannya membuatku sedih akan negri ini.
Setelah itu
jam 4 semua selesai dalam artian jam jenguk berakhir, kami pun berdoa dan
kemudian keluar setelah itulah saya baru tahu bahwasannya stempel yang tidak
terlihat itu pas pulang disenter dan ternyata ada tulisannya seperti itu.
Kamipun mengambil barang yang kami titipakan dan membayar parkir kemudian
pulang sambil merenungkan apa yang terjadi saya alami dan ini merupakan yang
tidak akan perna saya lupakan.

Wahh, saya baru tau proses masuk rutan sperti itu
BalasHapusTernyata untuk menjenguk org di penjara seribet itu ya
BalasHapusmiris sekali.. butuh perubahan sistem ini 😥
BalasHapusTurut prihatin, pengalaman yg luar biasa ...
BalasHapusTerima kasih min atas ceritanya. Sangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerima kasih untuk berbagi pengalaman. sangat membantu saya mengenai gambaran lapas
BalasHapusMakasih min atas ceritanyaa
BalasHapusSunggu sangat memberikan pelajaran yang baik
BalasHapusKeren keren nihhh
BalasHapusMakasih udh berbagi pengalamannya
BalasHapusTerima kasih sudah berbagi
BalasHapustetap semangat untuk temenmu anas! makasi juga uda bagi info mengenai rutan. jadi banyak hal yang bisa diketahui..
BalasHapus